Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us


widget

make widget
Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us
Top Blogs BOOTER-CENTER - Find me on Bloggers.com
Mau Pasang Iklan Disini? Resize Banner 460X61
ads ads ads peluang usaha

Monday, October 10, 2011

Mengenang Inspirasi Steve Jobs Bagi Tuna Netra

Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us

Jakarta - Pembaca, pendiri Apple Steve Jobs akhirnya beristirahat untuk selama-lamanya. Namun, inovasi yang telah dibenamkannya dalam gadget besutan Apple akan terus dikenang, termasuk oleh tunanetra di seluruh dunia, yang telah banyak terbantu oleh keberadaan gadget Apple.

Untuk itu, sebagai salah seorang tunanetra yang banyak memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu sehari-hari, izinkanlah penulis menyampaikan tanda belasungkawa lewat review penggunaan iPad, yang ternyata sangat aksesibel bagi tunanetra, dan telah banyak membantu aktivitas tunanetra di seluruh dunia. Videonya dapat ditonton via link yang terdapat di akhir artikel ini.

Bagi praktisi teknologi dan informasi mungkin telah lama mengenal produk besutan Apple, salah satu yang cukup terkenal adalah Apple 2, sebuah personal computer yang berjaya di era 70-an.

Namun, bagi tunanetra yang saat ini menggeluti TI, cikal bakal motivasi menggunakan komputer lahir saat Steve Jobs merilis Macintosh tahun 1984. Ketika Steve naik panggung, ia mendemonstrasikan kemampuan Macintosh, salah satunya adalah teknologi speech synthesizer yang membuat Macintosh mampu menyuarakan teks yang muncul di layar monitor.

Inilah kalimat yang diucapkan Macintosh kala itu. "So it is with a considerable pride that I introduce a man who's like a father to me, Steve Jobs..."
Kira-kira lima tahun setelah rilis pertama Macintosh, saat penulis berusia delapan tahun, untuk pertama kalinya penulis mengenal dan bersentuhan dengan produk Apple, salah satunya adalah Apple II-E dan Macintosh, yang saat itu tersedia di kantor ayah penulis.

Meski sudah beberapa kali mendengarkan komputer yang dapat bicara di film-film kartun dan si-fi jaman itu, penulis sama sekali tak tahu menahu, bahwa kelak di kemudian hari, teknologi speech synthesizer -- yang saat ini lebih akrab disebut pembaca layar atau screen reader -- akan membantu tunanetra mengakses komputer dan informasi secara digital.

Teknologi pun terus berkembang, hingga akhirnya penulis berkenalan dengan pembaca layar yang dibenamkan pada PC berbasis DOS dan Windows. Namun demikian, penulis tak pernah menduga sama sekali bahwa selain platform di atas, serta distro Linux yang sebagian di antaranya juga mengusung teknologi pembaca layar, ternyata Steve Jobs pun mulai menyertakan teknologi tersebut dalam tiap gadget yang dirilis Apple.

Kini, hampir semua gadget Apple, mulai dari iPod hingga Macbook sudah menyertakan Voice Over di dalamnya. Pada iPod, iPhone atau iPad, fitur ini dapat diaktifkan melalui Settings>General>Accessibility, sedangkan pada Macbook dan iMac dapat dijalankan dengan menekan CMD+F5.

Yang menarik, aplikasi pembaca layar keluaran Apple dapat diperoleh secara cuma-cuma pada produk besutan Apple terkini. Hal itu mulai diterapkan pada sistem operasi OSX Tiger yang di dalamnya sudah terdapat pembaca layar bernama Voice Over.

Jadi, pengguna cukup unboxing dan aktifkan gadget secara langsung atau via iTunes, dan Voice Over sudah langsung dapat dijalankan.

Dengan adanya Voice Over, kini tunanetra dapat mencicipi gadget besutan Apple, dan tentu saja lebih leluasa memilih gadget yang hendak dipergunakan sehari-hari, baik untuk kepentingan pekerjaan mau pun sekadar untuk hiburan.

Kini, hanya dengan membawa iPad, seorang tunanetra dapat berjalan-jalan tanpa perlu takut kesasar, karena aplikasi Voice Over dapat bekerjasama dengan beberapa aplikasi GPS yang tersedia di App Store. Mereka pun dapat santai sambil menikmati musik atau video kesayangan, karena informasi artis dan album yang tengah mereka nikmati via iPod pun dapat disuarakan oleh Voice Over.

Lalu apa yang dapat kita petik dari inovasi Steve Jobs ini?

Secara pribadi penulis berharap agar pengembang teknologi, baik perangkat keras mau pun perangkat lunak, dapat mengikuti jejak Steve Jobs yang telah mengintegrasikan elemen aksesibilitas pada produknya. Hendaknya produsen mulai memperhatikan aksesibilitas pada produk-produk besutannya, sehingga orang dengan disabilitas yang sebelumnya kesulitan dalam mengoperasikan produk tersebut dapat mulai merasakan manfaat dengan adanya elemen aksesibilitas yang telah terintegrasi.

"Selamat jalan, Steve Jobs..."

Related Post



Get Traffic Like Spam
Loading...

0 Comment:

Post a Comment

Section meetings - Registered
recent entries

users online



ads ads ads ads
 

networkedblogs

B-C ON YAHOO

Trafic

Followers

MyFreeCopyright.com Registered & Protected MyFreeCopyright.com Registered & Protected