Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us


widget

make widget
Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us
Top Blogs BOOTER-CENTER - Find me on Bloggers.com
Mau Pasang Iklan Disini? Resize Banner 460X61
ads ads ads peluang usaha

Thursday, August 4, 2011

Rangkaian Kekerasan di Papua Telan 21 Korban Sipil, 1 TNI, 1 Brimob

Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us


Jakarta - Rangkaian kekerasan di Papua terus memakan korban jiwa. Kementerian Pertahanan mencatat 23 orang tewas dalam beberapa aksi kerusuhan. Termasuk seorang anggota TNI dan seorang anggota Brimob.

Menteri Pertahanan pun memerintahkan TNI untuk menindak tegas kelompok separatis yang mengganggu keamanan.

"Apabila persoalan di Papua menyangkut gerakan separatis, akan mengambil tindakan tegas karena sesuai dengan misi Kementerian Pertahanan yakni menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta keselamatan bangsa," ujar Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro.

Hal tersebut disampaikan Purnomo dalam keterangan pers yang disampaikan Biro Humas Kemhan, Rabu (3/8/2011) malam.

Kemhan mencatat tindakan kekerasan diawali pada 29 Juli lalu. Sekitar 16 orang anggota OPM mendatangi proyek pembangunan Tower TV di Kabupaten Paniai, Papua. Dua orang pekerja dilarang melanjutkan pekerjaannya. Kemudian kedua orang tersebut melapor kepada petugas yang akhirnya terlibat baku tembak dengan petugas yang melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

"Di TKP ditemukan barang bukti berupa amunisi SS1 7 butir, amunisi mouser, sangkur 1 buah, 3 pasang sepatu boot dan dokumen-dokumen OPM," tulis Kemhan.

Selanjutnya bentrokan berdarah terjadi pada saat pemilihan kepala daerah (pilkada) di Illaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (31/7), yang mengakibatkan 19 orang meninggal dunia termasuk 1 orang anggota Brimob. Kemudian di lokasi yang sama, kembali terjadi saling serang kedua pendukung calon Bupati yang mengakibatkan rumah, mobil dinas dan sebuah rumah adat Papua Tabuni mengalami kerusakan serta Kantor KPU dibakar.

Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada tanggal 1 Agustus 2011, ketika OPM melakukan penghadangan kendaraan sipil di Kampung Nafri, Abepura-Papua yang menewaskan 4 orang tewas dimana satu diantaranya adalah anggota TNI dan 3 lainnya masyarakat sipil serta mengakibatkan 9 orang lainnya luka-luka.

Related Post



Get Traffic Like Spam
Loading...

0 Comment:

Post a Comment

Section meetings - Registered
recent entries

users online



ads ads ads ads
 

networkedblogs

B-C ON YAHOO

Trafic

Followers

MyFreeCopyright.com Registered & Protected MyFreeCopyright.com Registered & Protected