Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us


widget

make widget
Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us
Top Blogs BOOTER-CENTER - Find me on Bloggers.com
Mau Pasang Iklan Disini? Resize Banner 460X61
ads ads ads peluang usaha

Wednesday, June 22, 2011

Kontroversi Hari Jadi Kota Jakarta, 22 Juni Atau 3 September?

Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us

ondelcover.jpg 
Jakarta - Hari ini tepat 22 Juni 2011, Kota Jakarta merayakan hari kelahirannya ke-484. Segala bentuk perayaan diselenggarakan meriah oleh Pemerintah Daerah dan warga Jakarta.

Namun di sisi lain ada yang bertanya benarkah hari lahir kota Jakarta jatuh pada 22 Juni? Pertanyaan ini muncul saat diskusi bertajuk Kontroversi Hari Jadi Jakarta 22 Juni di Fadli Zon Library, Jl Danau Limboto, Benhil, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Sejarawan Betawi Ridwan Saidi menuturkan hari jadi Kota Jakarta sebenarnya jatuh pada 3 September. Hal itu berdasarkan turunnya Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno mengenai pembentukan pemerintahan sementara Kota Praja Jakarta Raya.

"Jadi hari lahir Jakarta itu 3 September tatkala Pak Karno mengeluarkan surat keputusan pembentukan pemerintahan sementara Kota Praja Jakarta Raya," ujar Ridwan.

Menurut Ridwan penetapan hari lahir Jakarta pada 22 Juni itu dilakukan oleh Walikota Jakarta Raya Sudiro yang menjabat sejak 1958-1960. Penetapan hari lahir itu pun tidak lepas dari peristiwa politik partai yang berkuasa saat itu Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi.

Sudiro yang berlatar belakang PNI menggantikan Walikota sebelumnya, Syamsurizal yang berlatar belakang Masyumi. Pos Departemen Dalam Negeri saat itu diisi oleh Moehammad Roem.

"Nah itu mereka berkolaborasi, gimana enaknya. Diambilah 22 Juni dari hari piagam Jakarta, jadilah hari kota Jakarta," paparnya.

Warga asli Betawi ini mengatakan dirinya pernah mencoba beraudensi dengan Pemprov DKI dan DPRD namun hasilnya nihil.

"Ah biarin saja, dia akan kelindes roda revolusi. Saya tidak terlalu berharap diubah oleh DPRD atau Pemda," tukasnya.

Hanya revolusi dari rakyat, lanjut Ridwan, yang dapat mengubah sejarah yang dinilainya salah itu. Dirinya yakin suatu saat nanti hal itu akan terwujud.

"Nanti akan bergulir sendirinya, masyakat tidak akan mau diam. Jangan mau dibohongin terus," imbuhnya.

"Kenapa tidak yakin dengan kekuatan rakyat. Saya sedang berbicara dengan rakyat bukan bicara dengan gubernur," tegasnya.

Harapan Ridwan ke depan, Jakarta memiliki walikota seperti Syamsurizal dan Gubernur DKI Sumarno. Menurutnya sudah banyak yang mereka lakukan dalam membangun Kota Jakarta.

"Masih banyak orang yang kaya mereka untuk mengubah Jakarta. Negeri ini ada 200 juta penduduknya, masa tidak ada yang beres sih," kata Ridwan.

"Kita bicara bangun ini negeri, bangun kota Jakarta yang bener, jangan kaya gini. Orang Betawi cuma jualan kerak telor, itupun di pinggir pinggir," sambungnya.

Soal kepemimpinan Fauzi Bowo?

"Ah saya tidak komentar deh. Gimana masyarakat yang nilai aja," tutupnya.

Related Post



Get Traffic Like Spam
Loading...

0 Comment:

Post a Comment

Section meetings - Registered
recent entries

users online



ads ads ads ads
 

networkedblogs

B-C ON YAHOO

Trafic

Followers

MyFreeCopyright.com Registered & Protected MyFreeCopyright.com Registered & Protected