Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us


widget

make widget
Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us
Top Blogs BOOTER-CENTER - Find me on Bloggers.com
Mau Pasang Iklan Disini? Resize Banner 460X61
ads ads ads peluang usaha

Tuesday, February 8, 2011

Asal Tidak Anarkis, Demo Anti Mubarak di RI Sah-sah Saja

Please Vote Us
Enter Yahoo Topsites | Yahoo Rare Sites | Yahoo Booter Sites and Vote for this site !!!
Vote For Us

Jakarta - Warga negara Indonesia (WNI) di Mesir, Tri Mulyati, diusir oleh majikannya yang tak suka pada aksi solidaritas mahasiswa di Bundaran HI Jakarta. Di alam demokrasi, sepanjang tidak anarkis, demonstrasi anti Mubarak sah-sah saja.

"Saya kira itu kerikil kecil dari yang dialami sebagian warga kita di sana. Kalau sudah pada tingkat melanggar hukum internasional, saya kira perlu kirim nota protes," ujar pengamat Timur Tengah dari Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Fahmi Salsabila dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (8/2/2011).

Namun untuk kasus yang mengemuka saat ini, Fahmi berpendapat belum perlu mengirim nota protes. Sebab pengusiran tidak dilakukan secara massal dan mengandung unsur-unsur kekerasan.

Fahmi menyarankan agar perwakilan diplomatik Indonesia di Mesir berkoordinasi dengan WNI dan pemerintah Mesir. Perwakilan RI harus benar-benar memantau kondisi WNI untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau untuk menjaga keamanan WNI, mereka yang tidak mau pulang lalu dipaksa pulang bukan solusi bagus. Karena mereka bertahan pasti karena ada aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan. Karena itu WNI dan KBRI harus sama-sama aktif," imbuh Fahmi.

Pengusiran warga negara berpotensi memanaskan hubungan dua negara. Karena itu, komunikasi dua negara harus terus dibina agar tidak terjadi miskomunikasi.

Perlukah pemerintah RI membatasi demo anti Mubarak di dalam negeri untuk keamanan WNI di Mesir? "Saya kira statemen ataupun aksi sepanjang tidak anarkis di era demokrasi sah-sah saja. Kita dukung secara moril. Apa yang menjadi kebaikan rakyat pasti akan kita dukung. Seharusnya berterimakasih ke kita. Kalau sampai ada hal lain, itu sebagian kecil, mungkin dari mereka yang suka status quo," tutur Fahmi.

Sebagai bentuk solidaritas atas aksi antipemerintah di Mesir, aksi sebenarnya tidak hanya digelar di Indonesia. Di sejumlah negara, aksi serupa juga terjadi, misalnya di Amerika Serikat dan Malaysia.

Namun aksi mahasiswa di Bundaran HI yang disertai menginjak-injak foto Presiden Hosni Mubarak tidak disukai beberapa warga Mesir. Tri Mulyati, salah seorang istri mahasiswa RI di Mesir diusir majikannya setelah majikan itu menyaksikan aksi demo tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tatang Razak menyatakan, keterangan dari KBRI di Kairo, statemen-statemen di Indonesia dimuat di radio dan media cetak di Mesir. Hal ini lalu dianggap oleh warga Mesir bahwa Indonesia turut campur atas apa yang terjadi di Mesir. Ini memicu ketidaksenangan sekelompok orang Mesir

Related Post



Get Traffic Like Spam
Loading...

0 Comment:

Post a Comment

Section meetings - Registered
recent entries

users online



ads ads ads ads
 

networkedblogs

B-C ON YAHOO

Trafic

Followers

MyFreeCopyright.com Registered & Protected MyFreeCopyright.com Registered & Protected